1.
Jelaskan Perbedaan Perusahaan Dagang dan Manufaktur !
Jawaban
:
Perusahaan
dagang memperoleh produk persediaan dari supplier dalam bentuk bahan jadi untuk
di jual kembali. Perusahaan ini hanya melakukan penjualan kembali dan mengambil
selisih penjualan sebagai keuntungan usaha.
Perusahaan
manufaktur memperoleh produk persediaan yang dibuat dari bahan mentah/baku
menjadi bahan baku atau bahan jadi. Jadi tidak mutlak perusahaan jenis ini
mengolah bahan baku menjadi bahan jadi tetapi bisa saja mengolah kembali
memproduksi bahan baku untuk perusahaan lain.
Berikut Perbedaan antara perusahaan dagang dan manufaktur
:
1. Perusahaan dagang
o
Persediaan barang Dagangan
o
Pembelian
o
Ada Harga Pokok Produksi (HPP)
2. Perusahaan Manufaktur (Produksi)
o
Persediaan Bahan Baku
o
Persediaan Dalam Proses Produksi
o
Persediaan Bahan Pembantu
o
Persediaan Barang Jadi
o
Pembelian
o
Ada Harga Pokok Penjualan (HPP)
o
Ada Akuntansi Biaya
Jadi,
untuk perbedaan system akuntansi mereka itu akan terlihat hanya pada bagian
Persediaan dan pembelian saja.
2.
Sebutkan Akun / Rekening yang Membedakan
Perusahaan Dagang dan Manufaktur !
Jawaban
:
v Rekening
yang ada di perusahaan dagang
1.
Yang
berkaitan dengan aktivitas pembelian :
- Pembelian
- Ongkos angkut pembelian
- Retur pembelian
- Potongan pembelian
- Persediaan barang dagangan
- Harga Pokok Penjualan (HPP)
2.
Yang
berkaitan denga aktivitas penjualan :
- Penjualan
- Retur penjualan
- Potongan penjualan
v Rekening
yang ada di perusahaan manufaktur
- Rekening pembelian bahan baku
- Rekening ikhtisar biaya produksi
- Rekening persediaan bahan baku
- Rekening persediaan barang dalam proses
- Rekening persediaan barang jadi
3.
Jelaskan Apa yang dimaksud dengan ASEAN Economic Community !
- Apa Persiapan yang Harus Disiapkan Bangsa Indonesia untuk Menghadapinya ?
- Siapkah Bangsa Indonesia Menghadapinya ? (Menurut Anda)
Jawaban
:
ASEAN
Economic Community 2015
ASEAN Economic Community merupakan sebuah komunitas
negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN demi
terwujudnya ekonomi yang terintegrasi. Negara – negara yang tergabung dalam AEC
memberlakukan system single market dalam artian terbuka untuk melakukan
perdagangan barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja. AEC direncakan
terbentuk tahun 2015.
Terdapat 12 sektor jasa yang telah disepakati oleh negara
ASEAN diantaranya : (1)bisnis, (2)komunikasi, (3)teknik konstruksi dan teknik
terkait, (4)pendidikan, (5)distribusi, (6)lingkungan hidup, (7)keuangan,
(8)jasa yang terkait dengan kesehatan dan sosial, (9) pariwisata dan perjalanan
wisata, (10) rekreasi, olahraga, dan kebudayaan, (11)angkutan, dan (12)sektor
jasa lainnya.
Rencana kerja strategis ASEAN Economic Community sebagai berikut :
Rencana kerja strategis ASEAN Economic Community sebagai berikut :
- Menuju single market dan production base (arus perdagangan bebas untuk sektor barang, jasa, investasi, pekerja terampil, dan modal);
- Menuju penciptaaan kawasan regional ekonomi yang berdaya saing tinggi (regional competition policy, IPRs action plan, infrastructure development, ICT, energy cooperation, taxation, dan pengembangan UKM);
- Menuju suatu kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata (region of equitable economic development) melalui pengembangan UKM dan program-program Initiative for ASEAN Integration (IAI); dan
- Menuju integrasi penuh pada ekonomi global (pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi eksternal serta mendorong keikutsertaan dalam global supply network).
Persiapan
Menghadapi Asean Economic Community 2015
Dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015 nanti,
pemerintah Indonesia mau tidak mau harus melakukan langkah-langkah strategis
agar tidakmenjadi negara pemasaran bagi produk-produk luar negeri sedangkan
untuk investasi, negara lain lebih memilih untuk investasi di negara yang
pelaksanaan usahanya sudah meningkat diantaranya Thailand, Malaysia, Vietnam
dan Brunei Darussalam.
Untuk itu pemerintah harus melakukan langkah persiapan
yang dapat dilakukan, di antaranya :
- Bersosialiasasi besar-besaran
- Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
- Penyedian Modal
- Peningkatkan Kualitas Sumber daya Manusia (SDM)
- Perbaikan infrastruktur
- Reformasi Kelembagaan dan Pemerintah
- Reformasi Iklim Investasi
Siapkah Indonesia Menghadapi ASEAN Economic Community 2015 ?
Menurut saya Bangsa Indonesia belum dapat dikatakan siap
dalam menghadapi AEC 2015 karena dalam tahap perkembangan ekonomi Indonesia
tidak terlihat perbaikan yang signifikan, dapat dilihat pula dari hutang luar
negeri negara Indonesia yang semakin membengkak dari tahun ke tahun. Dapat
diambil kesimpulan bahwa Indonesia belum mampu dalam mengembangkan Ekonomi
Mandiri yang telah dicita-citakan dari awal untuk mensejahterakan
masyarakatnya.
Siap tidak siap AEC 2015 sudah di depan mata, namun kualitas tenaga kerja Indonesia masih belum mampu bersaing dengan tenaga kerja ASEAN lainnya jika tidak ada langkah konkrit dari pemerintah maka tenaga kerja Indonesia dapat disingkirkan karena daya saing yang semakin berat pada tahun 2015 dan banyak terjadi pengangguran serta tidak sejahteranya rakyat Indonesia.
Siap tidak siap AEC 2015 sudah di depan mata, namun kualitas tenaga kerja Indonesia masih belum mampu bersaing dengan tenaga kerja ASEAN lainnya jika tidak ada langkah konkrit dari pemerintah maka tenaga kerja Indonesia dapat disingkirkan karena daya saing yang semakin berat pada tahun 2015 dan banyak terjadi pengangguran serta tidak sejahteranya rakyat Indonesia.
Daftar
Pustaka