1 Spoiler for #1:
Spoiler for Lebay:
Jika Agan sedang bertengkar atau bersitegang dengan pasangan Agan, hindari kata-kata mesra yang diucapkan secara tidak tulus. Kesannya murahan! Lebih baik agan selesaikan dulu masalahnya baru sayang-sayangan lagi
2
Spoiler for #2:
Spoiler for ngacir:
Ok, perempuan masa kini banyak yang sudah beremansipasi, tapi bagaimanapun jg agan adlh sang Alpha Leader, si pemimpin! Solusi memang dibicarakan bersama, tapi agan jangan terkesan melepas tanggung jawab gitu. Si doi akan menilai agan seperti anak kecil yang ngambek dan seperti anak kecil yang tidak tahu bagaimana menghadapi suatu masalah atau tantangan
3
Spoiler for #3:
Spoiler for Tong Kosong???:
Ini adalah bukti nyata tentang NATO (No Action Talk Only) yang sering terjadi. Daripada agan berusaha menenteramkan doi dengan perkataan “rileks”, “santai aja”, dll, lebih baik agan bertindak secara konkret. Tong kosong nyaring bunyinya kan?
4
Spoiler for #4:
Spoiler for Diam bukanlah emas:
Pertama, Anda bukanlah sang Presiden RI perempuan pertamax
Kedua, perempuan itu butuh pengakuan, butuh sanjungan, butuh tindakan konkret. Kalau agan diam seribu bahasa, doi pasti bimbang dan tidak yakin dengan masa depan hubungan kalian berdua
5
Spoiler for #5:
Spoiler for ooops:
Liat-liat sikon gan! Ok si dia baru beli baju baru atau mengganti model rambutnya, tapi kalau agan melakukannya dengan kalimat yang tidak langsung atau momennya salah )doi habis diejek teman2nya, sedang PMS, dll, ane jamin agan pasti digaplok, dicuekin bbrp hari, atau parahnya diputusin! Mudah2an jgn samp ya gan
Usahakan menggunakan perkataan yang tulus dan komunikatif seperti, “rambut kamu bagus” atau “sayang, baju kamu itu cocok banget dengan kulit indahmu”. Si dia pasti lebih appreciate meski Anda tampak lebay
6
Spoiler for #6:
Spoiler for santai aja?:
Ketika agan sedang bersitegang dengan doi, kembalikan kendali agan thp keseimbangan hubungan dengan tindakan konkret. Ya, sekali lagi tindakan konkret! Kalau agan bilang “Santai aja yang, kan ada aku” tapi tidak di-follow up dengan aksi konkret, ya ente tukang obat dong yang pinter ngemeng dan meyakinkan awalnya doang?
7
Spoiler for #7:
Spoiler for Rumput tetangga lebih hijau:
Mungkin dari semua NOT TO DO LIST ini, ini adalah yang paling berbahaya! Perempuan itu pada dasarnya berkompetisi dengan sesama perempuan. Kebayang dong egonya si doi kalau agan memuji perempuan lain (apalagi pujian yang menjurus ke arah seksual/fisik) di hadapannya? Itu sama saja mencari mati (baca: minta diputusin)
8
Spoiler for #8:
Spoiler for menunjuk:
Ya, kita semua tahu bahwa perempuan itu mahkluk yang emosional, meski beberapa banyak yang logis juga. Tapi itu tidak berarti agan bisa menunjuk seenaknya sifat alami doi. Kalau agan nekat melakukannya, kemungkinannya ada 2: doi menolak penunjukan agan yang afgan itu, atu kedua, si doi tambah down/sedih. Agan ga mau dong kalau seperti itu?
9
Spoiler for #9:
Spoiler for membanding2kan:
Fatal bos! Jangan sekali-sekali agan membanding-bandingkan doi dengan perempuan lainnya, entah ibunya, teman perempuannya, apalagi mantan ente! Jangankan perempuan, laki-laki saja tidak suka dibanding-bandingkan dengan kelebihan laki-laki lain, apalagi perempuan yang sebagian besar emosional itu?
10
Spoiler for #10:
Spoiler for kapan dong sayang?:
Terus terang, ane masih penasaran untuk menjelaskan sama poin yg satu ini. Perempuan tampaknya alergi sekali dengan pertanyaan yang bersifat tanggal dan konfirmasi kepastian. Coba deh agan sekali-kali tanya mereka, “Berapa umurmu?”, “Kapan bayinya lahir?” dll. Kesimpulan ane mereka lebih suka abu-abu soal ini, perempuan benci tekanan
Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8070926
Tidak ada komentar:
Posting Komentar