========================================================================
| Beberapa kejadian datang dengan
tujuan menggoyahkan anda dari Prinsip hidup anda. |
===============================================================================
Tampilkan postingan dengan label Gunadarma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunadarma. Tampilkan semua postingan

Google, Project Loon dan Perkembangan Telematika

Untuk Apa Balon Udara Google ?


Google tak berhenti menguasai dunia teknologi dengan berbagai layanan gratis. Perusahaan milik Larry Page dan Sergey Brin telah mengepakkan sayapnya jauh meninggalkan kompetitor. Selama ini, Google dikenal sebagai penyedia produk-produk gratis seperti Gmail, Youtube sampai sistem operasi smartphone nomor satu dunia, Android.

Google mempunyai ambisi memerantas buta internet di seluruh dunia. Ekspansi Google ditandai dengan salah satu proyek mesin pencari raksasa ini yang dikenal Project Loon. Proyek ini merupakan salah satu impian Google dalam rangka memperluas jaringan internet di lokasi terpencil melalui wahana balon udara yang berperan sebagai satelit.


Balon yang mendukung jaringan WIFI ini menggunakan tenaga surya sebagai nyawanya. Google berambisi seluruh daerah terpencil di muka bumi ini dapat dijangkau oleh internet sehingga informasi bisa dengan mudah diperoleh. Keseriusan Google terhadap Project Loon ini dengan diluncurkannya Balon Udara sejak Juni 2013. Sampai tahun 2014 setidaknya balon-balon udara Google telah mengelilingi sejumlah negara seperti Brazil dan Australia, serta terlihat di Indonesia Maret 2015. Proyek ini terus dikembangkan oleh Google dengan tujuan akhir membentuk lingkaran yang melingkari Bumi sehingga koneksivitas internet yang diterapkannya tidak terputus.

Kenapa balon udara yang mengudara di ketinggian 67.000 kaki ini bermanfaat? Google menyadari bahwa internet sangat dibutuhkan oleh seluruh umat. Di era teknologi mutakhir, semua kebutuhan disediakan oleh internet, baik dan buruk. Google memberikan solusi terbaik dengan menghadirkan proyek ini. Balon udara yang melintasi wilayah Indonesia berkode HBAL436. Kecepatan balon udara ini dicatat oleh Flighradar24 dengan 14 knot (26 km/jam) di langit Indonesia.

Balon udara yang tidak menganggu lalu-lintas pesawat komersil ini masih dalam masa percobaan dan belum diterapkan dalam kehidupan sebenarnya (pesawat komersil terbang di atas ketinggian 35.000 kaki sampai 40.000 kaki). Namun tidak tertutup kemungkinan proyek Google akan cepat dirasakan dalam waktu dekat. Selama ini, Google tidak main-main dalam bermain peran penting di dunia teknologi.


Manfaat Project Loon Bagi Masyarakat 


Project Loon, Kikis Kesenjangan Internet 4,8 Miliar Orang di Dunia


Google miliki proyek baru yang bernama Project Loon. Dengan melepas sejumlah balon udara raksasa ke lapisan stratosfer Bumi, Google ingin sediakan akses internet gratis ke seluruh penjuru dunia. Diharapkan, lewat Project Loon, langkah ini bisa mengikis kesenjangan internet 4,8 miliar penduduk bumi.

Diperkirakan ada dua per tiga penduduk Bumi yang tak miliki akses internet. 4,8 miliar orang itu tersebar di seluruh penjuru dunia terutama di daerah terpencil dan terpelosok. Project Loon diharapkan bisa membantu menghubungkan satu dengan lainnya melalui internet.

Namun Project Loon masih dalam tahap eksperimen. Dikembangkan oleh tim khusus dari Laboratorium X Google, apabila berhasil, menurut Google akan menghemat biaya. Sebut saja soal cost pemasangan kabel fiber yang tak murah.


Project Loon gunakan balon udara sebagai ‘pemancar’ koneksi internet di udara. Orang yang berada di darat manfaatkan ‘koneksi langit’ untuk terhubung ke internet. Pengguna hanya butuhkan sebuah antena kecil untuk menangkap sinyal yang kemudian dihubungkan ke komputer.

Balon udara Google terbang mengikuti kemana angin berhembus. Balon ini mengudara empat jam dalam sehari. Di darat, stasiun yang berjarak 60 mil dari balon udara akan memberikan sinyal. Kemudian sinyal ini akan ditransmisikan ke lima balon lainnya.


Setiap balon yang mengudara akan berikan akses koneksi internet yang mencakup wilayah seluas 780 mil persegi. Dilepas di Selandia Baru pekan lalu, Google enggan berikan keterangan berapa biaya yang dikeluarkan untuk Project Loon.


Internet, Project Loon dan Perkembangan Telematika Saat Ini



Nampaknya, tidak ada kata berhenti untuk pertumbuhan internet secara global. Menurut data terbaru dari We Are Social, pengguna internet aktif di seluruh dunia kini mencapai angka 31,7 miliar. Dari tahun ke tahun, jumlah pengguna internet bertumbuh hingga 7,6 persen.

Pertumbuhan pengguna internet ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan pengguna media sosial dan mobile. Menurut laporan yang sama, pengguna media sosial aktif kini mencapai 2,2 miliar, sedangkan pengguna mobile mencapai 3,7 miliar.

Menariknya, pertumbuhan yang paling signifikan ditunjukkan oleh pengguna yang mengakses media sosial melalui platform mobile. Pengguna jenis ini bertumbuh hingga 23,3 persen. Sementara itu, Facebook masih menjadi media sosial yang paling banyak digunakan dengan angka mencapai hampir 1,5 miliar.

Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa melihat infografis di bawah:







Dari info grafis di atas, kita bisa melihat perkembangan telematika dan latar belakang pengembangan project ini dikarenakan beberapa tahun terakhir pengguna internet dan sosial media terus mengalami peningkatan, dan begitu juga dengan ketergantungan penggunanya. Belum lagi kurangnya akses internet bagi pengguna yang jauh dari sumber internet yang umumnya hanya ada di pusat kota. Hingga akhirnya dengan Project Loon yang memberikan layanan akses internet.

Daftar Pustaka


  • [1] http://www.bairuindra.com/2015/03/untuk-apa-balon-udara-google.html
  • [2] http://sidomi.com/194396/project-loon-kikis-kesenjangan-internet-48-miliar-orang-di-dunia/
  • [3] https://id.techinasia.com/talk/statistik-pengguna-internet-dan-media-sosial-terbaru-2015/
  • [4] https://wirasetiawan29.wordpress.com/2015/03/26/tentang-project-loon/

Arsitektur Telematika

1. Pengertian Arsitektur Telematika


Arsitektur Telematika adalah struktur desain komputer dan semua rinciannya, seperti sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan sebagainya. Arsitektur mempunyai tiga elemen utama, adalah:

1. Arsitektur sistem pemrosesan
Menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap.

2. Arsitektur telekomunikasi dan jaringan
Menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari organisasi lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.

3. Arsitektur data
Dari ketugas arsitektur ini, bagian arsitektur data lah yang paling rumit dan sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.

2. Arsiterktur Telematika (Client dan Server)


Arsitektur telematika sendiri dibagi menjadi dua bagian , yaitu:
1. Arsitektur telematika dari sisi client
2. Arsitektur telematika dari sisi server

1. Arsitektur Telematika Dari Sisi Client

Arsitektur Client merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (atau klien) sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi klien eksekusi, dan cookie adalah contoh dari sisi klien penyimpanan.

Karakteristik Klien :

  • Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
  • Menunggu dan menerima balasan.
  • Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
  • Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.


2. Arsitektur Telematika dari sisi Server

Adalah sebuah eksekusi sisi server Web khusus yang melampaui standar metode HTTP yang harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script di sisi server khusus yang tertanam di tag halaman HTML; tag ini memicu suatu tindakan kejadian atau program untuk mengeksekusi.

Karakteristik Server:

  • Selalu menunggu permintaan dari salah satu klien.
  • Melayani klien permintaan kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien.
  • Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien.
  • Jenis server khusus mencakup: web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server. Kebanyakan layanan web ini juga jenis server.

3. Kolaborasi Arsitektur Sisi Client Dan Sisi Server


Setelah diketahui penjelasn Mengenai arsitektur telematika pada sisi client dan juga sisi server secara terpisah, juga terdapat kolaborasi diantara keduanya.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server :

1. Arsitektur Single- Tier

Definisi satu-tier arsitektur, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, adalah bahwa semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Ini adalah sederhana dan paling mahal alternatif. Ada kurang perlengkapan untuk membeli dan mempertahankan. Kelemahan dari jenis ini pelaksanaan keamanan lebih rendah dan kurangnya skalabilitas. Sebuah arsitektur skalabel ketika dapat dengan mudah diperluas atau ditambah untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kinerja.

2. Arsitektur Two-tier

Dalam dua lapis klien / server arsitektur, antarmuka pengguna pengguna ditempatkan di lingkungan desktop dan sistem manajemen database jasa biasanya dalam sebuah server yang lebih kuat merupakan mesin yang menyediakan layanan bagi banyak klien. Pengolahan informasi dibagi antara sistem user interface lingkungan dan lingkungan server manajemen database. Manajemen database server mendukung untuk disimpan prosedur dan pemicu.. Vendor perangkat lunak menyediakan alat-alat untuk menyederhanakan pengembangan aplikasi untuk dua lapis klien / server arsitektur.

Arsitektur two-tier lebih aman dan terukur daripada pendekatan single-tier. Pilihan ini bergerak Database Server ke mesin terpisah di belakang firewall yang kedua. Ini menambah keamanan tambahan dengan menghapus data pelanggan sensitif dari DMZ. Memiliki database pada komputer yang terpisah meningkatkan kinerja keseluruhan situs. Kelemahan dari opsi ini adalah biaya yang mahal dan kompleksitas arsitektur.

3. Arsitektur Three-tier

Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user interface lingkungan klien dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. The middleware menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database pementasan. Di samping itu middleware menambahkan penjadwalan dan prioritas untuk bekerja di kemajuan. Three-tier klien / server arsitektur digunakan untuk meningkatkan performa untuk jumlah pengguna yang besar dan juga meningkatkan fleksibilitas ketika dibandingkan dengan pendekatan dua tingkat. Kekurangan dari tiga tingkatan arsitektur adalah bahwa lingkungan pengembangan lebih sulit untuk digunakan daripada pengembangan aplikasi dari dua lapis.

Ada dua macam three-tier yang diketahui, yaitu :

- Three tier dengan pesan server
Pada arsitektur ini, pesan akan diproses dan diprioritaskan asynchronously. Header pesan memiliki prioritas yang mencakup informasi, alamat dan nomor identifikasi. Server pesan link ke relasional DBMS dan sumber data lainnya. . Pesan sistem alternatif untuk infrastruktur nirkabel.

- Three tier dengan server aplikasi
Arsitektur ini memungkinkan tubuh utama untuk menjalankan sebuah aplikasi pada tuan rumah bersama bukan di sistem user interface lingkungan klien. Server aplikasi logika bisnis saham, perhitungan dan pengambilan data mesin. . Dalam aplikasi arsitektur ini lebih terukur dan biaya instalasi kurang pada satu server dibandingkan mempertahankan masing-masing pada klien desktop.

4. Tingkatan Dalam Arsitektur Komputer


Ada sejumlah tingkatan dalam konstruksi dan organisasi sistem komputer. Perbedaan paling sederhana diantara tingkatan tersebut adalah perbedaan antara hardware dan software.

1.    Tingkatan Dasar Arsitektur Komputer
Pada tingkatan ini Hardware sebagai tingkatan komputer yang paling bawah dan paling dasar, dimana pada hardware ini “layer” software ditambahkan. Software tersebut berada di atas hardware, menggunakannya dan mengontrolnya. Hardarwe ini mendukung software dengan memberikan atau menyediakan operasi yang diperlukan software.

2.    Multilayerd Machine
Tingkatan dasar arsitektur komputer kemudian dikembangkan dengan memandang sistem komputer keseluruhan sebagai “multilayered machine” yang terdiri dari beberapa layer software di atas beberapa layer hardware.

Berikut tingkatan layer tersebut :




Keterangan :

1. Physical Device Layer
Merupakan komponen elektrik dan elektronik yang sangat penting

2. Digital Logic Layer
Elemen pada tingkatan ini dapat menyimpan,memanipulasi, dan mentransmisi data dalam bentuk represeotasi biner sederhana.

3. Microprogrammed Layer
Menginterprestasikan instruksi bahasa mesin dari layer mesin dan secaa langsung menyebabkan elemen logika digital menjalankan operasi yang dikehendaki. Maka sebenarnya ia adalah prosesor inner yang sangat mendasar dan dikendalikan oleh instruksi program kontrol primitifnya sendiri yang disangga dalam ROM innernya sendiri. Instruksi program ini disebut mikrokode dan program kontrolnya disebut mikroprogram.

4. Machine Layer
Adalah tingkatam yang paling bawah dimana program dapat dituliskan dan memang hanya instruksi bahasa mesin yang dapat diinterprestasikan secara langsung oleh hardware.

5. Operating System Layer
Mengontrol cara yang dilakukan oleh semua software dalam menggunakan hardware yang mendasari (underlying) dan juga menyembunyikan kompleksitas hardware dari software lain dengan cara memberikan fasilitasnya sendiri yang memungkinkan software menggunakan hardware tersebut secara lebih mudah.

6. Higher Order Software Layer
Mencakup semua program dalam bahasa selain bahasa mesin yang memerlukan penerjemahan ke dalam kode mesin sebelum mereka dapat dijalankan. Ketika diterjemahkan program seperti itu akan mengandalkan pada fasilitas sistem operasi yang mendasari maupun instruksi-instruksi mesin mereka sendiri.

7. Applications Layer
Adalah bahasa komputer seperti yang dilihat oleh end-user.

Daftar Pustaka


http://kaze-akira.blogspot.co.id/2011/10/arsitektur-komputer.html
https://www.scribd.com/doc/243671327/ARSITEKTUR-TELEMATIKA-docx

Membuat Paragraf Narasi dan Deksriptif

Paragraf Deskriptif dan Naratif


Paragraf deskripsi adalah paragraf yang berisi penggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa tertentu kepada pembaca secara jelas dan terperinci sehinggga pembaca seolah-olah mlihat dan merasakan sendiri apa yang dideskripsikan oleh penulis.

Ciri-ciri :


1. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.

2. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.

3. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.

4. Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci.


Pola pengembangan paragraf deskripsi:


1. Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat.

2. Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.

3. Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.

Contoh Paragraf Deksripsi (Topik Liburan) :


          Tepat pukul 06.00 aku terbangun, diiringi dengan suara-suara ayam yang berkokok seolah menyanyi sambil membangunkan orang-orang yang masih tertidur. Serta dapat ku lihat burung-burung yang berterbangan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Dari timur sang surya menyapaku dengan malu-malu untuk menampakkan cahayanya. Aku berjalan ke halaman depan rumah tepat dihadapan ku ada sebuah jalan besar untuk berlalu lintas dari kejauhan terlihat sawah-sawah milik para petani yang ditanami padi masih berwarna hijau terlihat sangat sejuk, indah, dan damai. Dari kejauhan pula terlihat seorang petani yang sedang membajak sawahnya yang belum ditanami tumbuhan, dan ada juga petani yang sedang mencari rumput untuk makanan binatang peliharaannya seperti kambing, sapi, dan kerbau. Didesa ku rata-rata penduduknya berprofesi sebagai petani.


Paragraf Naratif

Paragraf Naratif  adalah paragraf yang menceritakan rangkaian kejadian atau peristiwa yang berurutan (kronologis) yang berupa fakta atau fiksi yang berupa fakta: biografi, auto biografi, catatan perjalanan, ekspositoris.

Paragraf narasi yang berupa fiksi: cerpen,novel,sugestif.

Ciri-ciri paragraf naratif atau narasi :


1. Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan

2. Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa

3. Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan).

Macam / pola pengembangan paragraf Narasi :


1. Narasi ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar terjadi (cerita kepahlawanan, sejarah, biografi/otobiografi, cerita nyata dalam surat kabar)

2. Narasi sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan dan tertarik dan seakan-akan terhayut,bahkan merasa mengalami cerita tersebut( cerpen, novel dll).


Contoh Paragraf Narasi (Topik Liburan) :


       Liburan sekolah beberapa tahun yang lalu, saya dan ibu pergi ke Pontianak. Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Di Pontianak, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang merupakan ciri khas Kota Pontianak. Perjalanan kurang lebih 2 jam dengan menggunakan pesawat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Sintawang. Waktu tempuh menuju Sintawang kurang lebih sembilan jam dari Pontianak jika menggunakan mobil. daerah ini terkenal sebagai penghasil tenun ikat. Motif tenun ikatnya sangat unik dan coraknya sangat khas Kalimantan Barat. Harga tenun ikat ini tergolong mahal, tergantung motif dan bahannya. Harganya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan Rupiah.

Penggunaan Ejaan dalam Bahasa Indonesia

Ejaan dalam Bahasa dan  Tulisan


Ejaan dalam bahasa, sebenarnya berhubungan dengan ragam bahasa tulis. Ejaan adalah cara menuliskan bahasa (kata atau kalimat) dengan menggunakan huruf dan tanda baca. Materi ini telah diajarkan semenjak kelas rendah SD pada kenyataannya, sampai mahasiswa banyak yang tidak menguasainya.
Pada saat ini bahasa Indonesia menggunakan ejaan yang disebut Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan mulai Agustus 1972, setelah diresmikan di dalam pidato kenegaraan Presiden Suharto pada tanggal 16 Agustus 1972. Penjelasan lebih lanjut mengenai ejaan dimuat dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disem¬purnakan 1975.
Kesalahan penerapan kaidah ejaan dan tanda baca dalam bahasa tulis menun¬jukkan kurangnya perhatian penulis terhadap pentingnya kaidah tersebut. Dalam bahasa tulis kaidah memegang peranan penting karena dapat membantu pembaca dalam memahami jalan pikiran penulisnya. Alangkah sulitnya memahami tulisan yang tidak dilengkapi dengan kaidah ejaan dan tanda baca. Tanda baca merupakan pengganti intonasi, nada, dan tekanan yang muncul dalam ragam bahasa lisan. Untuk mengetahu fungsi ejaan dan tanda baca serta penggunaan yang benar dalam kalimat, kita dapat merujuk pada "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempumakan". Selain itu, kita dapat juga merujuk "Kamus Besar Bahasa Indonesia".

3.1 Ejaan

Kesalahan penerapan ejaan dirasa sekain hari bukannya semakin berkurang malah sebaliknya, semakin menjadi-jadi. Peraturan ejaan bersifat lebih ketat apabila dibandingkan dengan peraturan tanda baca. Ejaan harus bersifat kesepakatan yang dianut dan dikuasai oleh selingkung dalam bidang ilmu, khususnya yang, berkaitan dengan masalah peristilahan.

3.1.1 Huruf Kapital

Kesalahan pemakaian huruf kapital pada awal kalimat dahulu tidak pernah terjadi, kini kesalahan seperti ini muncul, mungkin saja di daerah lain tidak terjadi, tetapi di Papua banyak yang melakukannya. Dari hasil pengamatan banyak tulisan tangan mahasiswa dan siswa yang tidak menggunakan huruf besar di awal kalimat. Sekali-kali juga ditemukan ketikan dengan komputer. Padahal pada umumnya komputer akan mengganti huruf kecil setelah tanda titik. Nama orang ditulis dengan huruf kecil. Jenis kesalahan lain yang cukup tinggi adalah penggunaan huruf kapital pada nama jenis (unsur 5 -10).
Berikut uraian mengenai nama dan pengacuan yang harus diawali dengan huruf kapital.
1) Pada awal kalimat.
2) Petikan langsung.
3) Nama Tuhan dan Kitab Suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
4) Nama orang.
5) Gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
6) Nama jabatan dan pangkat yang dikuti nama orang atau yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
7) Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
8) Nama tahun, bulan, han, hari raya, dan peristiwa bersejarah.
9) Nama geografi.
10) Semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, nama dokumen resmi.
11) Setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat dalam nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
12) Semua kata dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata depan dan kata hubung yang tidak terletak di awal kalimat.
13) Unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
14) Kata penunjuk hubungan kekerabatan yang digunakan dalam penyapaan dan pengacuan (kata ganti orang).
15) Kata ganti Anda.

3.1.2 Huruf Miring

Huruf miring dipakai untuk:
1) menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutib dalam tulisan
Misal:
Data dalam penelitian ini dikumpulkan dari majalah Femina, Kartini, buku paket SMP Bahasa Indonesia untuk SMP, surat kabar: Cenderawasih post, dan Kompas.
2) menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
3) menuliskan istilah ilmiah atau asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.

3.1.3 Penulisan Kata

1) Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.

a. Gabungan Kata
Gabungan kata Berawalan Berakhiran Berawealan & berakhiran
Beri tahu
garis bawah
kerja sama
sebar luas
memberi tahu
-
bekerja sama
tersebar luas
beri tahukan
garis bawahi
-
sebar luaskan memberitahukan
menggarisbawahi
-
Menyebarluaskan
Bukan: memberi tahukan, mengaris bawahi, menganak tirikan, dikambing hitamkan, dll.

b. Pengulangan gabungan kata
Gabungan Kata Pengulangan
kereta api
rumah susun
orang tua
sepeda motor
mobil baru kereta-kereta api
rumah-rumah susun
orang-orang tua
sepeda-sepeda motor
mobil-mobil baru

Catatan:
- Gabungan kata tanpa imbuhan ditulis terpisah.
- Gabungan kata yang mendapatkan awalan sekaligus akhiran ditulis serangkai

2) Jika salah satu unsur gahungan kata hanya dipukai dalam kombinasi, gabungan kata ini ditulis serangkai.
Contoh: antarkota, tramsmigrasi, mancanegara, subbagian, biopori, pascasarjana.

Catatan: .Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. di antara kedua unsur itu dituliskali tanda hubung (-) Contoh: Non-lndonesia, Pan-Afrika, neo-Kolonialisme
- Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti kata esa dan kata
yang bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah.
Contoh: Tuhan Yang, Maha Esa, Tuhan Yang Maha Pengasih
Tuhan Yang Mahakuasa; Tuhan Yang Maha Agung

3) Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali
kata yang sudah lazim dianggap satu kata : kepada, daripada
Contoh: Bermalam sajalah di sini. -> keterangan
Ke mana saja ia selama ini? -> keterangan
Ia sedang pergi ke luar negeri -> keterangan
Kesampingkan saja persoalan itu. -> predikat
la masuk, lalu keluar lagi -> predikat

Kesalahan penulisan kata depan di tergolong tinggi. Hasil penelitian yang dilakukan pada tahun (Supardi,1990) menunjukkan bahwa tingkat kesalahan kata depan di mencapai 82 %. Hasil pengamatan selintas sekarang ini menunjukkan bahwa tingkat kesalahan itu meningkat. Permasalahan tingginya tingkat kesalahan penulisan di karena di dapat berupa kata depan dan berupa awalan. Untuk dapat menulis secara benar harus dibedakan antara di sebagai kata depan dan di sebagai awalan. Unsur di sebagai kata depan ditulis terpisah mendahului nomina atau tempat dan tidak dapat dibalik menjadi me-. Sebaliknya di sebagai awalan penu-lisannya dirangkai dengan kata dasar kata kerja dan dapat dibaliknya menjadi di-.
Contoh di depan nomina: di pasar di Jayapura
Contoh di depan kata kerja: diperbaiki diambili

Contoh bentuk di pasar dan di Jayapura tidak dapat dibalik menjadi *mepasar dan *mejayapura, sedangkan contoh diperbaiki dan diambili dapat dibalik menjadi memperbaiki dan mengambili.

4) Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
Contoh: Jika ayah pergi, adik pun ingin pergi. -) dapat diganti dengan kata juga.

Catatan: Kelompok kata yang sudah lazim dianggap padu ditulis serangkai.
Ada 12 kata: adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun,
kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun,
walaupun
Contoh: Walaupun miskin, ia selalu hidup bahagia -> kata penghubung

5) Penggunaan imbuhan me-
a. Imbuhan me- pada konsonan rangkap
me-+kritik -> mengkritik
me-+provokasi -> memprovokasi
b. Luluhnya kata dasar yang berhuruf awal k, p, t, s jika dilekati imbuhan me-¬
me- + kuning -> menguning
me-+ pilih -> memilih
me- + tolong -> menolong
me- + sapa -> menyapa

Namun, apabila me- dilekatkan pada kata dasar yang berasal dari bahasa asing, kata dasar itu tidak mengalami peluluhan.

Me- + prediksi  Memprediksi
Me- + transkrip  Mentranskrip
Me- + suplai  Mensuplai
Me- + support  Mensupport

c. Penggunaan me- pada kata dasar bersuku kata satu
Imbuhm me- yang melel:at pada kata dasar yang bersuku kata satu berubah
men jadi menge-.
me-+ bom -> mengebom
me- + cat -> mengecat
me- + set -> mengeset
me- + tik -> mengetik
me- + pel -> mengepel

6) Pemenggalan kata
Kesalahan umum yang ada terjadi pada pemenggalan kata adalah dipenggal-nya nama orang, nama badan, nama tempat dll.
a. Kata dasar dipenggal menurut suku katanya
----------------------------------------- sun-
ting ------------------------------------
------------------------------------------- makh-¬
luk
b. Kata berimbuhan dipenggal dengan mempertahankan keutuhan kata dasarnya.
-------------------------------------- meng-
¬ajar ----------------------------------- ber-
aktivitas ----------------------------------
--------------------------------------------- tabrak-
an -----------------------------------------
c. Kata serapan dipenggal berdasarkan unsur-unsur yang membentuknya.
--------------------------------------- bio-¬
teknologi ------------------------------
--------------------------------- trans-¬
formasi ----------------------------

d. Kata yang terdiri atas konsonan rangkap dipenggal di antara dua konsonan tersebut.
-------------------------------------- cap¬-
lok ------------------------------------

e. Hindari pemenggalan kata yang menyisakan satu huruf diujung baris atau pangkal baris
--------------------------------------- a-
tau ----------------------------------- memetik- tidak dibenarkan
i -------------------------------------- ma-
u --------------------------------------¬

Catatan: Nama orang, nama negara, tempat, atau kata Allah dan Tuhan tidak
boleh dipenggal
Hati-hati jika Anda mengaktikan hypenation pada program pengolahan kata di komputer karena komputer akan membacanya sebagai pemenggalan dalam bahasa Inggris.

3.2 Tanda Baca (Pungtuasi)

Kaidah pemakaian tanda baca dalam sistem ejaan sudah diatur dalam "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”.

3.2.1 Penggunaan Tanda Baca Titik

1. Singkatan umum yang menggunakan huruf kapital tidak diberi titik, sedangkan
singkatan gelar akademik dan singkatan nama orang harus menggunakan tanda titik.
Contoh benar:
PT Dr. Rosadi, S.H. Abd. Hadi F. Ayomi
CV Muhammad A.S. Muh. Yusuf A. Ngatidjo
Contoh salah:
Boas. Solosa Ronald. Pnb Yuli Andriyanto Cucu. H Kery. Y Sunar S
Catatan:
Kesalahan penggunaan titik pada nama orang yang bukan singkatan banyak dijumpai pada nama pemain olah raga, nama orang pada baju dinas

2) Singkatan dengan menggunakan huruf kecil yang terdiri atas dua huruf dipakai
dua buah titik.
Contoh benar:
s.d. dsb. dst. swt.
a.n. dll. dkk. saw.
Contoh salah
s - d s /d SWT
An AN SAW

(3) Angka yang menyatakan jumlah untuk memisahkan ribuan, jutaan, dan seterusnya digunakan titik. Angka yang tidak menyatakan jumlah tidak perlu digunakan titik.
Contoh: 12.000 orang Rp12.000.000,00 NIP 131879537
Bukan 12,000 orang Rp 12,000,000 NIP 131 879 537
Catatan
- dalam penjumlahan antara rupiah dapat direnggangkan untuk, tetapi hasil akhir harus kembali dirapatkan untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan

CATATAN: Tanda titik tidak digunakan:
- penulisan uang antara rupiah dan angka tidak dipisahkan jarak dan tanda koma di belakang. Hal ini penting untuk menghindari rekayasa dari orang lain.
- di belakang singkatan lambang kimia, satuan, ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
- di belakang judul yang merupakali kepala karangan, judul bab dan subbab, kepala ilustrasi, dan tabel.
- di belakang alamat pengirim dan tanggal surat, dan di belakang mana dan alamat penerima surat.

(4) Kalimat yang menggunakan kata tanya, tetapi tidak menggunakan tanda tanya (?)
Contoh:
Dia henar-henar tidak tahu mengapa dia disalahkan? (salah)
Dia henar-henar tidak tahu mengaha dia disalahkan. (benar)
Diagram ini memperjelas bagaimana proses ini terjadi? (salah)
Diagram ini memperjelas bagaimana proses ini terjadi. (benar)
Catatan : Kalimat di atas adalah kalimat berita meskipun mengandung kata
tanya.

3.2.2 Penggunaan Tanda Baca Koma

3.2.2.1 Tanda Koma, wajib digunakan:
1) di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan jika perinciannya terdiri atas tiga unsur atau lebih. Setiap unsur dibatasi dengan tanda koma, serta sebelum kata dan dibubuhkan tanda koma. Akan tetapi jika rincian itu hanya dua unsur, sebelum kata dan tidak dibubuhkan tanda koma.
Contoh benar:
Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Contoh salah:
Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi.
Ibu membeli beras, gula, kopi dan teh.

2) untuk memisahkan setara perlawanan yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi, melainkan, dan sedangkan.
Contoh: Penghasilan utama Papua adalah hasil tambang, sedangkan
Penghasilan utama Jawa adalah hasil tanaman.

3) untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya. Biasanya anak kalimat didahului oleh kata penghubung karena, agar, sehingga, bahwa, walaupun, apabila, jika, meskipun, dan sebagainya.
Contoh: Agar bisa lulus, ia harus belajar dengan tekun.

4) di belakang kala atau ungkapan penghubung antarkalimat. Ungkapan penghubung antarkalimat adalah ungkapan penghubung yang terletak setelah tanda baca akhir. (tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru) dan dimulai dengan huruf awal kapital.

Agaknya, … Oleh karena itu, …
Akan tetapi, … Oleh sebab itu
Akhirnya, … Pada dasarnya, …
Akibatnya, … Pada hakekatnya, …
Artinya, … Pada prinsipnya, …
Biarpun begitu, … Paling tidak, …
Biarpun demikian, … Sebagai kesimpulan, …
Contohnya, … Sebaiknya, …
Dalam hal ini, … Sebaliknya, …
Dalam konteks ini, … Sebelumnya, …
Dengan demikian, … Sebenarnya, …
Dengan kata lain, … Sehubungan dengan itu, …
Di pihak lain, … Terkait denganitu, …
Di samping itu, … Selain itu, …
Kecuali itu, … Selanjutnya, …
Jadi, … Sementara itu, …
Jika demikian, … Sesudah itu, …
Kalau begitu, … Sesungguhnya, …
Kalau tidak salah, … Sungguh pun demikian, …
Karena itu, … Tambahan lagi, …
Lagi pula, … Tambahan pula, …
Meskipun begitu, … Walaupun demikian (bukan: namun demikian)
Misalnya, …
Namun, …
Dapat disimpulkan, …


Catatan: Frasa atau kata-kata ini digunakan untuk menghubungkan
antarkalimat sehingga memperlancar keterbacaan. Setiap
penulisannya di awal kalimat harus diikuti tanda koma (,)

5) Kata yang didahului tanda koma), tetapi tidak pada awal kalimat

…., kecuali … …., sedangkan … …, yaitu ....
…., seperti … …., yakni ….
…., padahal … …., tetapi …. _

6) di belakang kata seru. seperti wah, ah, aduh, kasihan, o, dan ya wajib
diikuti tanda koma
Contoh: Wah, sulit benar menyakinkan orang ilu.

7) di antara nama dan alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat atau
wilayah negeri yang ditulis berurutan wajib dibubuhkan tanda koma.
Contoh: Jalan Bonsai II/10, Buper, Waena, Jayapura
Waena, 26 Mei 2008

8) di antara mana orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan
dengan singkatan nama keluarga atau marga.
Contoh: Pusma Sihombing S.H., S.H.

9) mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi. Keterangan tambahan adalah keterangan yang diselipkan dalam kalimat yang sudah lengkap. Bagian ini terletak di luar bangun kalimat karena dibuang pun tidak akan mengganggu makna yang dikandung di dalam kalimat tersebut. Keterangan aposisi adalah keterangan yang sifatnya saling menggantikan.
Contoh: Gubemur Papua, Barnabas Suebu, S.H., melantik Kepala Dinas P dan P. pada tahun, kalau tidak salah, dia diangkat menjadi dosen Uncen.
Catatan: Jika anak kalimat mengiringi induk kalimat, tanda koma tidak boleh digunakan untuk memisahkan kedua bagian tersebut.
3.2.2.2 Kata yang tidak didahului tanda koma .… bahwa....
…. jika ....
…. karena ….
…. maka ….
…. Sebab ….

3.2.2.3 Tanda Titik Koma Digunakan

1) untuk memisahkan kalimat yang setara dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. Hal yang perlu diperhatikan adalah jika digunakan tanda titik koma, sebelum rincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan.
Contoh:
Kegunaan kelapa banyak sekali, yaitu daging buah kelapa dapat dibuat minyak goreng; sabut kelapa dapat dibuat tall, sikat, keset, dan permadani kasar, tempurung kelapa dapat dijadikan kayu bakar atau gayung; pohon¬nya sendiri dapat dijadikan tiang runah atau jembatan.

2) pada rincian ke bawah yang unsur-unsurnya berupa kelompok kata yang panjang atau berupa kalimat. Dalam hal ini, sebelum rincian akhir tidak dibubuhkan kata dan.
Contoh:
Victor harus menjalani hukuman kurungan 75 hari karena:
a. menghindari tugas militer;
b. terlambat 21 hari melaporkan wajib dinas militernya selama 16 bulan;
c. dijumpai melakukan tindak asusila.
3.2.2.4 Titik Dua (:) Digunakan
1) Tanda titik dua digunakan pada kalimat lengkap, yang diikuti rincian berupa kata
atau frasa.
Contoh: Air mempunyai sifat sebagai berikut:
a. mengalir dan tempat yang tinggi;
b. selalu rata/mendatar;
c. sesuai dengan bentuk wadahmya;
d. memberikan tekanan ke semua arah;
e. meresap melalui celah kecil;
f. melarutkan zat lain.
2) Titik dua harus diganti menjadi titik satu pada kalimat lengkap, yang diikuti suatu perincian berupa kalimat lengkap pula, dan tanda akhir perincian harus tanda titik.
Contoh: Sifat-sifat air adalah sebagai berikut.
a. Air mengalir dari tempat yang tinggi.
b. Permukaannya selalu rata/mendatar.
c. Bentuknya sesuai dengan hentuk wadahnya.
d. Air memberikan tekanan ke semua arah.
e. Air dapat meresap melalui celah kecil.
f. Air dapat melarutkan zat lain.

3.2.2.5 Penggunaan Tanda Hubung(-) dan Tanda pisah (--)

1) Tanda hubung terdiri atas satu ketikan mesin tik (-) digunakan pada kata ulang serta
diletakkan dengan kata sebelum dan sesudahnya. Tanda hubung juga digunakan
pada pemenggalan kata.
Contoh: akal-akalan
pura-pura
rumah-rumahan
kupu-kupu
…. bersama Presiden SBY mera¬-
yakan Hari Pendidikan Nasional.

2) Tanda hubung digunakan di antara awalan yang diakhiri huruf vocal dan kata yang
diawali huruf vokal untuk memudahkan pembacaan.
Contoh: Allah memang Maha-adil
pra-observasi

3) Tanda hubung digunakan untuk merangkaikan:
(a) unsur terikat atau kata dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital;
(b) singkatan vang berupa huruf kapital dangan huruf kecil;
(c) ke- dengan angka;
(d) angka dengan akhiran –an
Contoh: ber-KTP se-Jakarta hamha-Mu
SIM-nya k e-5 20-an

4) Tanda pisah yang terdiri atas dua ketikan mesin tik (--) digunakan untuk menggantikan¬
frasa "sampai dengan" dan dituliskan rapat dengan kata atau angka sebelum
Contoh: 5—10 tahun
2000—2008
20oC—30oC atau 20o—30oC (kecuali untuk angka minus: -20oC
sampai –23oC)
Rp2.500,00—Rp4.000,00
Jakarta—Bandung
Hlm.5--20
Catatan: Tanda pisah atau tanda sengkang dengan dua ketukan spasi ini dalam tata bahasa inggris dikenal dengan sebutan en dash.

5) Tanda pisah yang terdiri atas tiga ketikan mesin tik (---)atau ---) digunakan untuk menyisipkan keterangan atau informasi dalam kalimat. Tanda tersebut dituliskan rapat dengan kata sebelum dan sesudahnya.
Contoh: Kebijakan pembatasan buku pelajaran---yang dikeluarkan Kabinet Presi¬den SBY---menghawatirkan kalangan perbukuan.
Rohadi sulit mempercayai hal itu---suatu hal yang menurutnya mustahil dilakukan Ram
Catatan: Tanda pisah atau tanda sekung dengan tiga ketukan spasi ini dikenal dengan sebutan en dash
2.2.6 Penggunaan Tanda Seru (!)
(1) Kalimat perintah yang bernada datar atau halus ditulis tidak menggunakan tanda
seru.
Contoh: Ambillah selembar karton.
Tulisan karton itu dengan motto hidupmu.
Isilah teks berikut dengan kata-kata yang tepat Silakan menduduki tempat masing-masing

(2) Kalimat perintah yang bernada tinggi atau keras ditulis menggunakan tanda seru
Contoh: Selamatkan diri Anda! Jangan anggap remeh AIDS! Buang sampah pada tempatnya!
Dilarang mandi di sini!

Sisi Buruk, Manfaat Teknologi dan Ciri Kerangka Ilmiah

SoftSkill (Bahasa Indonesia)


1. Membuat Tulisan dari Sebuah Artikel


Teknologi dan Sisi Buruk yang Ditawarkan



        Teknologi dikembangakan oleh manusia dan untuk manusia yang bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Inovasi demi inovasi terus berkembang untuk terus menyempurnakan tampilan dan fungsi pada teknologi terkini. Tidak dapat dipungkiri sisi buruk dari perkembangan teknologi yang kian hari semakin maju semakin "muncul (pula) ke permukaan" publik atau khalayak ramai.

Berikut contoh sisi gelap dari teknologi yang berdampak pada manusia :

Cyber Bullying


         Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan yang dilakukan secara berulang - ulang dengan tujuan menggangu korbannya. Perilaku tersebut sangat merugikan korban karena dapat merusak nama baik dan berdampak pada psikis atau kepribadian.

         Jadi, Cyber Bullying itu sendiri adalah opini atau kritik berlebihan yang dilontarkan pelaku pada korban di dunia maya yang bertujuan menjatuhkan. Biasanya terjadi pada media sosial yang sudah banyak berkembang sehingga fungsi sebagai sarana komunikasi berubah fungsi menjadi sangat bebas dan dapat terjadinya cyber bullying, contohnya pada media sosial seperti facebook, twitter, path, kaskus, video chat di youtube dan sebagainya.

            Contoh kasus yang sangat menggemparkan dunia adalah kasus Amanda Todd. Perlu diketahui Amanda Todd diusianya yang masih sangat belia yaitu 15 tahun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya akibat menjadi korban cyber bullying dan Tyler Clementi seorang mahasiswa berusia 18 tahun yang berkuliah di Rutgers University di Piscataway, New Jersey mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan George Washington. Aksi bunuh diri ini karena temannya, Ravi berkicau di twitter bahwa Clementi mencium pria (gay). Sangat disayangkan nyawa seseorang berada pada satu tweet di tweeter (sebutan - pengguna twitter).

         Untuk menghindari terjadinya cyber bullying adalah dengan toleransi sesama pengguna media sosial agar lebih menjaga privasi. Apalagi sudah ada hukum yang dapat dijadikan pedoman menghindari perilaku tercela tersebut yaitu UU ITE.
Mulai Sekarang, Mari Stop Cyber Bullying !

Kecanduan Game Online


            Game atau permainan pada teknologi terkini bertujuan sebagai saran hiburan untuk penghilang jenuh dan mengisi waktu luang. Tetapi karena semakin menjamurnya game online pada PC (komputer) dan smartphone, kini game online menjadi gaya hidup atau kebutuhan sebagian besar penggunanya. Apalagi dengan kemudahan yang diberikan user (pengguna) dapat dengan mudah mengunduh game online dan mencobanya tetapi tanpa disadari user menjadi ketagihan dalam memainkan game tersebut dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

               Biasanya berawal dari keisengan pengguna untuk mencoba game online yang dilihat dari promosi iklan atau diundang teman untuk bermain. Contoh game online yang sedang ramai dimainkan adalah game online buatan aplikasi Chat yaitu LINE mulai dari Let’s Get rich, Candy Rush, Line Stage, Line Ranger, Cookies Run dan Clash of Clans.

                  Tidak ada salahnya bermain game untuk mengisi waktu luang, tetapi jangan menjadi game addict atau kecanduan game sehingga dapat merugikan diri sendiri atau orang lain.

             Semua kasus ini hanya sebagian dari sekian banyak kasus penyebaran malware di seantero jejaring sosial. Twitter tak kalah jadi target, pada Agustus 2009 diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis.

           Lalu maraknya aktivitas jual beli online dengan menggunakan kartu kredit dapat memunculkan carding. Carding adalah istilah yang dipakai hacker untuk kejahatan dengan memanfaatkan kartu kredit palsu atau kartu kredit milik orang lain.

           Contoh kasus yang merugikan user dari Singapura. Gamer ditemukan tewas yaitu Xu Kaixiang, 25 tahun dan masih duduk di bangku kuliah di National University of Singapore. Dia ditemukan tak bernyawa di depan komputer yang biasa digunakannya untuk bermain game. Ketika dimintai keterangan, ayah korban bernama Xu mengatakan anaknya main game untuk menghabiskan waktu liburan dan sudah sering main game semalaman tanpa henti. Tubuh Xu Kaixiang terbaring kaku. Meski paramedis cepat datang, nyawanya sudah tidak tertolong. Tidak disebutkan video game apa yang sedang dimainkannya. Sang ayah menyatakan meski anaknya tidak suka keluar rumah dan gemar main game, dia dalam keadaan sehat. Jarang mengeluh sakit. Karena itu, kematian sang anak membuatnya sedih sekaligus kaget karena anaknya tewas karena bermain games.

Cyber Criminal


               Cyber Criminal adalah kejahatan yang dilakukan di dunia maya atau melalui jaringan internet yang bertujuan untuk merugikan orang lain atau sekelompok orang. Contoh kasusnya adalah penyebaran virus dengan sengaja pada bulan Juli 2009, Twitter (salah satu jejaring social yang sedang naik pamor di masyakarat belakangan ini) kembali menjadi media infeksi modifikasi New Koobface, worm yang mampu membajak akun Twitter dan menginfeksi melalui postingan dan menjangkiti semua follower (pengikut salah satu akun twitter).

                  Semua kasus ini hanya sebagian dari sekian banyak kasus penyebaran malware di seantero jejaring sosial. Twitter tak kalah jadi target, pada Agustus 2009 diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis.

           Lalu maraknya aktivitas jual beli online dengan menggunakan kartu kredit dapat memunculkan carding. Carding adalah istilah yang dipakai hacker untuk kejahatan dengan memanfaatkan kartu kredit palsu atau kartu kredit milik orang lain.

Sumber


2. Membuat Tulisan 1 Alinea


Manfaat Teknologi dalam Dunia Pendidikan


        Pemanfaatan teknologi informasi pada dunia pendidikan sudah diperkirakan oleh Ivan Illich pada awal tahun 70-an yang membahas tentang "Pendidikan Tanpa Sekolah (Deschooling Society)" yaitu membahas kemungkinan guru sudah tidak lagi diperlukan. Manfaat teknologi dalam pendidikian sudah dapat dirasakan siswa siswi yaitu sebagai alat kolaborasi dengan siswa dalam sarana pendukung pengembangan pengetahuan, sarana informasi yang dibutuhkan pelajar dalam mempermudah, penerapan, pendukung proses pembelajaran dan dapat dijadikan sebagai perbandingan kepercayaan, perspektif dan pandangan terhadap dunia demi mencapai tujuan pendidikan dan terciptanya efektifitas serta efisiensi proses belajar dan mengajar guru terhadap siswa-siswi di sekolah.

Sumber


3. Mengapa Kerangka Ilmiah harus Faktual, Objektif dan Sistematis ? 


          Karena pada hakikatnya karangan adalah penjabaran suatu pikiran secara resmi dan teratur tentang suatu topik dengan mengindahkan prinsip komposisi dan konvensi pernaskahan. Suatu karangan akan disebut ilmiah apabila karangan atau tulisan itu merupakan laporan dan analisis dari suatu hasil penelitian, walau bagaimanapun sederhananya.Ciri karangan ilmial harus memenuhi syarat faktual, objektif dan sistematis. Faktual objektif berarti ada faktanya dan sesuai dengan objek yang diteliti. Kesesuaian itu harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. Objektif juga mengandung pengertian adanya sikap jujur dan tidak memihak, serta memakai ukuran umum dalam menilai sesuatu, bukan ukuran subjektif (selera perseorangan). Sistematik berarti tersusun atau terorganisasi dalam suatu sistem. Bagian-bagiannya tidak ada yang berdiri sendiri. Bagian yang satu dengan bagian yang lain harus saling berkaitan, saling menjelaskan, dan saling melengkapi sehingga secara keseluruhan karangan merupakan suatu kesatuan yang utuh.

Sumber


4. Apakah tujuan perkuliahan dapat dicapai dengan menguasai materi – materi bahasa indonesia di bawah ini ?


Materi Bahasa Indonesia :
  1. Fungsi Bahasa
  2. Ragam Bahasa
  3. Ejaan
  4. Diksi
  5. Kalimat Efektif
  6. Alinea
  7. Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah
  8. Kerangka Karangan
  9. Kutipan dan Daftar Pustaka
Apakah tujuan perkuliahan dapat dicapai dengan menguasai materi – materi bahasa indonesia tersebut ?

Tentu saja dapat dicapai tujuan perkuliahan, karena materi - materi tersebut adalah urutan yang harus diperhatikan untuk mencapai kesempurnaan dalam membuat karya ilmiah atau penelitian ilmiah dalam mahasiswa melaksanakan skripsi atau tugas akhir.

Fungsi Bahasa


Bahasa adalah alat yang sistematis untuk menyampaikan gagasan / perasaan dengan memakai tanda – tanda, bunyi – bunyi, gesture yang berkaitan dengan mimic atau tanda – tanda yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami.

Ragam Bahasa


Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dipakai dalam berbagai keperluan tentu tidak seragam, tetapi akan berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Keanekaragaman bahasa ini tentu tidak lepas dari masyarakat Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa. Keragaman ini juga timbul karena kebutuhan pemakai bahasa yang ingin menyesuaikan bahasanya dengan situasi dan kondisi yang ditemuinya. Hal inilah yang disebut dengan ragam bahasa. Suwito (1984:148) menyatakan bahwa variasi (ragam) bahasa timbul karena kebutuhan penutur akan adanya alat komunikasi yang sesuai dengan situasi dan konteks sosial. Konteks sosial yang dimaksud di sini adalah kapan komunikasi itu dipakai, di mana komunikasi terjadi, kepada siapa komunikasi itu disampaikan, masalah apa yang dibicarakan, dan dalam situasi seperti apa komunikasi terjadi.

Ejaan


Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek :

  • aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad
  • aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis
  • aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.

Diksi


Diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan sebuah cerita. Diksi bukan hanya berarti pilih memilih kata melainkan digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya. Gaya bahasa sebagai bagian dari diksi yang bertalian dengan ungkapan-unkapan individu atau karakteristik, atau memiliki nilai artistik yang tinggi.

Kalimat Efektif


Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Alinea


Alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Alinea diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari kalimat dari sudut pandang komposisi, alinea sebenarnya sudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab karangan formal yang sederhana boleh saja hanya terdiri atas satu alinea. Jadi, tanpa kemampuan menyusun alinea tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.

Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah


Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah merupakan rencana penting dengan merincikan data dan materi dalam penulisan karya ilmiah. Karena dengan perencanaan yang matang dan sempurna, maka pada saat mengerjakan akan menjadi lebih mudah dan dengan arah tujuan yang sudah lebih jelas tanpa banyak membuang waktu.

Kerangka Karangan


Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.

Kutipan dan Daftar Pustaka


Kutipan adalah pengambil alihan satu klimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri. Kutiupan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah.

Daftar pustaka atau biasa juga disebut bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul-judul buku, artikel, makalah, dan bahan-bahan dalam bentuk lainnya yang dijadikan sumber atau rujukan untuk sebuah buku atau bentuk tulisan lain.

Sumber :


Tugas SoftSkill II (3)

1. APA YANG ANDA KETAHUI TENTANG PRODUKSI-PRODUKSI FUNGSI PRODUKSI?
2. JELASKAN JENIS-JENIS PASAR MONOPOLI,OLIGOPOLI,DAN PERSAINGAN SEMPURNA !
3. JELASKAN TENTANG PENDAPATAN NASIONAL,METODE PENGHITUNGAN DAN KETERBATASAN METODE TERSEBUT !

==========================================================

3.PENDAPATAN NASIONAL, METODE PERHITUNGAN DAN KETERBATASAN METODE


-Pengertian Pendapatan  


Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia pendapatan adalah adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran. 
Pertumbuhan pendapatan merupakan indikator penting dari penerimaan pasar dari produk dan jasa perusahaan tersebut. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, dan juga pertumbuhan keuntungan, dianggap penting bagi perusahaan yang dijual ke publik melalui saham untuk menarik investor.

- Konsep Pendapatan Nasional


Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.


Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional :


Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

Pendapatan Nasional Neto (NNI)


Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.


Pendapatan Perseorangan (PI)


Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).


Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

2. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional


Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:



Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.



Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).



Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: 

Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X-M)


Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin


Contoh soal :

PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?


jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

3. Masalah dan Keterbatasan Pendapatan Bruto Nasional

Manfaat dan Keterbatasan Perhitungan PDB


a.   Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran



Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800.



Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara. Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB perkapitanya US$ 29.080 (tahun 1997), namun negara itu masih terus bergelut dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, terutama di kalangan warga kulit hitam ataupun pendatang (kulit berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya jumlah penduduk miskin di Amerika serikat akan bertambah.



Walaupun distribusi pendapatan di USA relatif baik, tetapi belum sempurna untuk membuat seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan untuk faktor produksi non tenaga kerja, terutama uang dan modal, distribusi penguasaannya sangat buruk. Pada tahun 1996, sekitar 46% aset finansial  dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.


b. Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial


Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. 

Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita disertai perbaikan distribusi pendapatan.



Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab, dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin.



Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di banding negara-negara miskin.


c. PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas


Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :



1) Jumlah dan komposisi penduduk  

Bila jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.


2) Jumlah dan struktur kesempatan kerja 


Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi. Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.


3) Faktor-faktor nonekonomi


Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu.


d. Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)


Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.


Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.

Sumber

RILEKS

Twitter